Alamat :

Jl. Mayjen Soetoyo, No.5 Jakarta Timur Telepon : 021-8093837, Fax : 021-8091076. e-mail : kesdamjaya@ymail.com

Minggu, 27 Oktober 2019

PERSONEL KESDAM JAYA OLAHRAGA BERSAMA KAPUSKESAD DI RS TK II MOH. RIDWAN MEURAKSA

OLEH : URINFOKES KESDAM JAYA
Kakesdam Jaya Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony bersama Kapuskesad 
Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S.,M.H., 

     Kapuskesad Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S.,M.H., melaksanakan olahraga bersama anggota Rumah Sakit Tk.II M. Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Kesehatan Angkatan Darat, Jumat 25 Oktober 2019.

       Dalam arahannya setelah melaksanakan kegiatan olah raga bersama, Kapuskesad menyampaikan beberapa hal, terutama menyangkut masalah peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit terhadap Prajurit, PNS TNI beserta keluarga harus menjadikan prioritas utama dalam hal memberikan pelayanan yang prima. Kapuskesad juga menyampaikan bahwa brevet korp kesehatan militer yang telah di setujui melalui Skep Kasad Nomor Kep/954/X/2019 tanggal 11 Oktober 2019 tentang Pengesahan Wing / lencana dan Pin tanda kualifikasi Kesehatan Militer, harus menjadikan prajurit Kesehatan Angkatan Darat lebih memiliki integritas, komitmen, semangat dan daya juang yang lebih tinggi guna memenuhi tugas pokok ke depan yang lebih kompleks dan global.

 tema 'Prajurit Kesehatan Yang Unggul Dan Profesional, Kita Wujudkan Kebesaran Dan Kemajuan Kesehatan Angkatan Darat'.


Kamis, 10 Oktober 2019

PERINGATI HUT KE 74 KESEHATAN ANGKATAN DARAT (KESAD), KESDAM JAYA BEKERJASAMA DENGAN PALANG MERAH INDONESIA (PMI) GELAR DONOR DARAH

OLEH : URINFOKES KESDAM JAYA


      Kakesdam Jaya Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony memimpin kegiatan Peringati HUT Kesehatan Angkatan Darat (KESAD) ke 74 tahun serentak di Jajaran Kesdam Jaya yaitu di tiga tempat Rs berbeda yaitu : di Rs. Tk II Moh Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya, Rs Tk IV Cijantung Kesdam Jaya dan Rs Tk IV Daan Mogot Kesdam Jaya. Kakesdam Jaya meninjau Rs Tk II Moh Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya dan Rs Tk IV Cijantung Kesdam Jaya. yang dihadiri oleh : Karumkit Tk II Moh Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya, Ibu Persit Kartika Chandra Kirana, Waka Kesdam Jaya, Personel Militer dan PNS Kesdam Jaya, Siswa atau Siswi Kesdam Jaya dan masyarakat umum. (8/10/2019).

     Menjelang Hari Ulang Tahun Kesehatan Angkatan Darat (KESAD) yang jatuh pada tanggal 26 Oktober 2019.

        Kakesdam Jaya mengatakan pelaksanaan donor darah ini juga dilaksanakan diseluruh Rumkit TNI AD Seluruh Indonesia.

       "Donor darah serentak ini merupakan perintah dari Komando Atas untuk melaksanakan donor darah serentak pada tanggal 8 oktober 2019 di seluruh Rumkit TNI AD", kata Kakesdam Jaya.

    Lebih lanjut Kakesdam Jaya, bahwa donor darah ini juga merupakan salah satu pengabdian kita TNI AD kepada masyarakat dalam bentuk teritorial yang dibangun untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.

      Dengan adanya bhaksos donor darah bisa membantu stok darah di wilayah Jakarta dan sekitarnya, setetes darah sangat berguna bagi yang membutuhkan. 

Senin, 09 September 2019

KAKESDAM JAYA MEMIMPIN JAM KOMANDAN

OLEH : URINFOKES KESDAM JAYA

Kasi Tuud Kesdam Jaya Mayor Ckm Isamaedi laporan ke Kakesdam Jaya

    Kakesdam Jaya Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony memberikan Jam Komandan di ruang aula Makesdam Jaya, dihadiri 50 personel Makesdam Jaya. (9/9/2019).

    Dalam kesempatan tersebut Kakesdam Jaya memberikan pengarahan dan penekanan tentang LGBT, NARKOBA, Senjata dan HUT PUSKESAD Ke-74 Tahun. diantaranya agar anggota Kesdam Jaya tidak terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses LGBT, NARKOBA dan Senjata dengan alasan apapun.

      Sesuai ST(Surat Telegram) Kasad Nomor : ST/1694/2019 Tanggal 5 September 2019 Menerapkan Hukum Secara Tegas Perkara Tindak Pidana Orientasi Seksual Menyimpang Suka Sesama Jenis / LGBT bagi Personel Prajurit dan PNS TNI yang terbukti melakukan Pelanggaran Pidana Asusila Sesuai Ketentuan, Peraturan dan Perundang - Undangan yang berlaku serta menjatuhkan hukuman pidana tambahan DIPECAT dari Dinas Keprajuritan berdasarkan Putusan Pengadilan.

       

   LGBT adalah jargon yang dipakai untuk gerakan emansipasi di kalangan non-heteroseksual. Istilah itu berasal dari singkatan bagi lesbiangaybiseksual dan transgender transeksual, untuk menunjukkan gabungan dari kalangan minoritas dalam hal seksualitas. Dasar dari gerakan ini adalah dimulainya gerakan emansipasi bagi kalangan homoseksual yang menuntut keadilan dan pengakuan atas eksistensi mereka di AS pada tahun 1960-an.

    Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan. Istilah ini juga merujuk kepada perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional, atau secara spiritual.[1] Istilah ini dapat digunakan sebagai kata benda jika merujuk pada perempuan yang menyukai sesama jenis, atau sebagai kata sifat apabila bermakna ciri objek atau aktivitas yang terkait dengan hubungan sesama jenis antarperempuan.[2]

    Gay adalah istilah untuk laki-laki yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama laki-laki atau disebut juga laki-laki yang mencintai laki-laki baik secara fisik, seksual, emosional ataupun secara spiritual. Mereka juga rata-rata agak memedulikan penampilan, dan sangat memperhatikan apa-apa saja yang terjadi pada pasangannya. 

Transgender adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir. "Transgender" tidak menunjukkan bentuk spesifik apapun dari orientasi seksual orangnya. 

Ciri - Ciri LGBT :

1.  Berpenampilan lebih menarik dari orang biasa (Pria)
2. Suka atau gemar berfoto di Media sosial (Medsos)
3. Suka mempertampan diri atau merawat wajah
4. Suka berjalan kemayu layaknya wanita
5. Bersuara lemah lembut layaknya wanita
6. Gemar berolahraga terutama Gym atau Fitness
7. Menikah pada usia tua
8. Suka atau senang melihat pria yang berlebihan
9. Hampir semuamedsos nya mengikuti atau mengomentari foto pria


    Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya. Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).
Tanda-tanda akan berbeda-beda berdasarkan bahan dan metode yang digunakan seperti Merokok, injeksi, dan lainnya. Perubahan fisik ini dapat meliputi:
1. Mata merah, cekung atau sayu.
2. Pupil melebar atau menyempit.
3. Penurunan berat badan secara drastis.
4. Perubahan kebersihan.
5.  Masalah gigi.
6. Perubahan kulit.
7. Masalah tidur atau tidur terlalu banyak.
8. Ada tanda bekas luka sayatan pada tangan.
9. Sering sakit


Perubahan perilaku, seperti berikut ini, kadang-kadang dikaitkan dengan penggunaan narkoba yang bermasalah:
1. Lebih agresif atau lekas marah.
2. Kelesuan.
3. Depresi.
4. Perubahan tiba-tiba di jejaring sosial.
5. Perubahan dramatis dalam kebiasaan dan / atau prioritas.
6. Keterlibatan dalam kegiatan kriminal.


     Senjata, Personel Kesdam Jaya harus merawat dan memelihara senjata serta mempersiapkan kegiatan Lomba HUT PUSKESAD Ke 74 tahun agar personel Kesdam Jaya mempersiapkan diri untuk latihan Tenis, Volly dan Lomba Rescue.

Senin, 01 April 2019

KAKESDAM JAYA KOLONEL CKM dr. STEFANUS DONY MEMIMPIN KENAIKAN PANGKAT PERWIRA, BINTARA, TAMTAMA DAN PNS KESDAM JAYA 01-04-2019

OLEH : URINFOKES KESDAM JAYA



Kakesdam Jaya Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat. Acara tersebut dihadiri seluruh anggota Militer, PNS Kesdam Jaya, Ketua dan anggota Persit KCK Ranting 5 cab IV PD Jaya,di depan Makesdam Jaya, pada pukul : 13.00 s.d 15.30 Wib. (1/4/2019).



       Dalam amanatnya, Kakesdam Jaya Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony terlebih dulu mengucapkan syukur, karena acara bisa terselenggaran dengan lancar, aman dan sukses.

       Kakesdam Jaya Kolonel Ckm dr. Stefanus Dony menjelaskan, kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kesdam Jaya mengandung makna anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan sumber motivasi dan inspirasi untuk memantapkan kejuangan dan idealisme sebagai perwira, memantapkan moralitas dan etika profesi keprajuritan.


        Dengan demikian, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kesdam Jaya tidak akan mudah tergoyahkan oleh hal-hal yang dapat merugikan satuan dan citra diri sendiri serta terus berupaya untuk meningkatkan profesionalisme keprajuritan yang berbasis pada jatidiri TNI.


Kakesdam Jaya mengharapkan seluruh anggota Kesdam Jaya memiliki motivasi tinggi untuk maju, selalu mencintai tugasnya dan rela bekerja keras memberikan pengabdian setulus hati demi bangsa dan negara.